JONO & KIPLI, Keselamatan Nomor 1 Rendang Nomor 2

0


PENDAHULUAN

Latar Belakang

Film animasi merupakan alternatif tontonan yang sangat disukai oleh anak- anak, manfaat penayangan film animasi yang diperoleh untuk anak berupa meningkatkan imajinasi yang dibutuhkan dan baik untuk perkembangan anak. Namun tidak hanya sisi positif saja, film animasi juga terdapat sisi negatifnya yang juga ikut terekam oleh anak, misalnya perilaku buruk yang ada pada karakter film kartun atau animasi yang dilihatnya kemudian menirukan dalam kehidupan sehari

hari seperti kebohongan, kenakalan, dan perilaku tidak terpuji lainnya sehingga memberikan nilai edukasi yang tidak baik terhadap perkembangan anak. Saat ini film animasi pendidikan moral di Indonesia masih sangat sedikit sehingga penulis terinspirasi membuat film animasi dengan pendidikan berlalu lintas yang diberi judul Jono & Kipli : keselamatan nomor 1, rendang nomor 2.

Animasi merupakan rangkaian gambar yang disusun berurutan atau dikenal dengan istilah frame. Satu frame terdiri dari satu gambar dan disusun menjadi satu kesatuan yang ditampilkan bergantian dengan waktu tertentu maka akan membuatnya terlihat seolah bergerak. Satuan yang dipakai adalah frame per second (fps). Misalkan animasi diset 25 fps berarti animasi tersebut terdiri dari 25 gambar dalam satu detiknya. Semakin besar nilai fps, maka akan dapat terbentuk animasi yang terkesan halus dan rapi. (Munir 2012). Selain itu animasi bisa diartikan sebagai gambar yang membuat objek yang seolah – olah hidup, disebabkan oleh kumpulan gambar itu berubah beraturan dan bergantian ditampilkan. Objek dalam gambar bisa berupa tulisan, bentuk benda, warna atau special effect.

Film animasi karya penulis dengan judul Jono & Kipli : keselamatan nomor 1, rendang nomor 2 bercerita tentang dua orang remaja desa dengan tingkat pendidikan yang berbeda. Dimana Jono adalah seorang pemuda lulusan smk yang kerja sebagai seorang montir bengkel, sementara Kipli adalah seorang pemuda yang masih menempuh pendidikan sarjana strata 1. Pada suatu hari di jam istirahat

makan siang Jono datang menghampiri Kipli yang sedang duduk termenung sendirian melihat whatsapp grub yang penuh dengan tugas ujian akhir semester yang menumpuk. Melihat Kipli sendirian Jono pun lantas berniat untuk menghibur dengan mengajaknya makan siang dengan menu rendang spesial di warung mbok yem yang terletak di pinggir jalan raya kota namun masih dekat dengan kampungnya. Awalnya Kipli sempat ragu dan menegur Jono lantaran mereka tidak mengenakan helm untuk menuju ke rumah makan rendang tersebut. Kipli yang berpendidikan merasa memiliki tanggung jawab untuk menegur sebuah kebiasaan buruk yang sudah melekat menjadi kebiasaan buruk dimasyarakat. Namun karena dia sendiri juga merasa gabut dan lapar akhirnya dia mengiyakan ajakan Jono tersebut. Namun tetap saja perasaan mengganjal tumbuh di hatinya, baru 10 menit perjalanan Kipli meminta untuk berputar arah untuk mengambil helm terlebih dahulu. Namun Jono yang sudah terbiasa dengan kebiasaan tersebut menolak dan marah karena merasa tempatnya hanya berlokasi cukup dekat. Namun secara tidak terduga ditengah perdebatan mereka terlihat seorang polisi yang sedang berpatroli dan melihat kearah mereka dengan sinis. Merasa takut dan panik mereka kemudian melaju dengan kencang dan kemudian terjaduh lantaran jalan berlubang yang masih banyak terdapat di pedesaan akibat pembangunan yang tidak merata.

Batasan Masalah

Batasan masalah pada projek akhir ini adalah:

1. Pembuatan film animasi ini bebas dibuat menggunakan software apapun.

2. Durasi dalam pembuatan film animasi edukasi ini selama 3-5 menit. 3. Format file yang digunakan dalam animasi ini adalah MP4 dengan ukuran maksimal 100MB.

4. Frame ratio animasi ini menggunakan perbandingan 16:9 dengan resolusi 1280 x 720 (720p).

5. Yang wajib di upload berupa karya film pendek animasi, poster, trailer, dan laporan.

Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang dan batasan masalah yang telah dikemukakan di atas, maka dapat dirumuskan beberapa masalah sebagai berikut: Bagaimana cara mengolah animasi untuk pengerjaan video sehingga dapat menyampaikan informasi yang baik, menarik serta komunikatif dan dapat dinikmati penonton?

Tujuan dan Manfaat

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat film Animasi yang dapat ditonton dan dinikmati, serta sebagai sarana informasi alternatif yang mudah di pahami tentang pentingnya taat berlalu lintas kapanpun dan dimanapun.

Alat dan Bahan Penelitian

Dalam pembuatan film pendek animasi edukasi ini alat dan bahan yang digunakan meliputi hardware dan software.

Perangkat Keras (Hardware)

Perangkat keras (Hardware) merupakan seluruh komponen yang membentuk suatu sistem dan peralatan lainnya yang memungkinkan komputer dapat melaksanakan tugasnya secara fisik dan dapat terlihat secara nyata. Bagian – bagian pokok perangkat keras meliputi masukan (Input), CPU (Central Processing Unit), tempat penyimpanan (Secondary Memory), dan keluaran (Output). Adapun perangkat keras yang penulis gunakan untuk membuat karya film animasi tersebut adalah komputer yang mempunyai spesifikasi sebagai berikut:

Processor : AMD Ryzen™ 3 PRO 4350G (Cache 4MB, 3.8 Ghz) Memory Size : 8 GB DDR4 + 8 GB DDR4

Storage : 512 GB SSD NVMe m.2

Graphic Card : Radeon™ Graphics

Perangkat lunak (Software)

Perangkat lunak (Software) merupakan komponen data processing yang berupa program-program dan teknik – teknik lainnya yang berguna untuk mengontrol sistem komputer. Aplikasi tersebut dibuat menggunakan perangkat lunak utama dan perangkat lunak pendukung, perangkat lunak yang digunakan adalah sebagai berikut :

Adobe Illustrator Creative Cloud 2021,

Merupakan perangkat lunak (software) pengeditan gambar ilusi termasuk itu sebuah film animasi, poster, website ataupun gambar ilusi untuk media sosial yang dapat diatur dari skala gambar terkecil 426 x 240, 640 x 360, 854 x 480, HD (1280 x 720), Full HD (1920 x 1080), 2K (2560 x 1440), 4K (3840 x 2160), dan ukuran terbesar adalah 8K (7680 x 4320).

Adobe Premiere Pro Creative Cloud 2018,

Merupakan perangkat lunak (software) pengeditan video termasuk itu sebuah film, TV, klip video maupun animasi untuk website atau media sosial. Perangkat lunak ini biasa digunakan oleh Professional video yang mahir dikarenakan perangkat lunak (software) ini simpel saat digunakan.

Adobe Animate 2021,

Software multimedia yang berguna untuk membuat animasi, dulunya program ini dinamakan Adobe Flash dari Adobe Systems. Adobe Animate merupakan pembaruan dari versi-versi sebelumnya. Adobe Animate digunakan untuk membuat rancangan grafik vektor dan animasi untuk proyek televisi, video online, situs web, aplikasi web, aplikasi internet, bahkan ke dalam permainan video. Selain itu, program ini juga mendukung grafik raster, teks, embedding audio dan video, dan Action Script.

Adobe Photoshop Creative Cloud 2018

Photoshop dikembangkan pada 1987 oleh Thomas dan John Knoll bersaudara dari Amerika. Mereka menjual lisensi distribusi ke Adobe Systems Incorporated pada 1988. Sejak saat itu, Adobe Photoshop menjadi standar industri untuk pengeditan grafis raster. Program ini diperuntukkan MacOS dan Windows tetapi tidak untuk Linux. Adobe Photoshop biasanya digunakan oleh desainer, pengembang web, seniman grafis, fotografer, dan pekerja kreatif profesional.

Terdapat beberapa versi Photoshop, antara lain Phostoshop CS, Photoshop CC, Photoshop Elements, Photoshop Lightroom, dan Photoshop Express. Ekstensi file default Adobe Photoshop adalah .PSD (Photoshop Document). File PSD memiliki lebar dan tinggi maksimum 30.000 piksel dan batas panjang file 2 gigabyte.

LANDASAN TEORI

Film

Menurut Darojah dalam Hasanah dan Nulhakim (2015: 92) Film merupakan sederetan gambar dengan ilusi gerak, sehingga terlihat hidup dalam frame yang diproyeksikan melalui proyektor dan diproduksi secara mekanis sehingga dapat dilihat dan didengar. Sedangkan menurut Raimukti dalam Hasanah dan Nulhakim (2015: 92) Film digunakan untuk memenuhi suatu kebutuhan umum yaitu mengkomunikasikan suatu gagasan, pesan atau kenyataan.

Menurut Beny dalam Santi dan Purnama (2014: 45) Film adalah karya cipta dan budaya yang merupakan salah satu media komunikasi massa audiovisual yang dibuat berdasarkan asas sinematografi yang direkam pada pita seluloid, pita video, piringan video, dan bahan hasil penemuan teknologi lainnya dalam segala bentuk, jenis ukuran, melalui proses kimiawi, proses elektronik, atau proses lainnya dengan tanpa suara, yang dapat dipertunjukkan dan ditayangkan dengan sistem proyeksi mekanik, elektronik, dan sistem lainnya.

Animasi

Menurut Kurniawan dalam Santi dan Purnama (2014: 45) Animasi merupakan kumpulan dari gambar-gambar diam yang ditampilkan satu persatu secara cepat sehingga gambar tersebut seolah-olah nampak bergerak. Sedangkan Menurut Firmansyah dan kurniawan (2013: 24) Animasi merupakan

suatu kegiatan menghidupkan, menggerakkan benda mati. Animasi dapat diartikan gambar yang memuat objek yang seolah-olah hidup, disebabkan oleh kumpulan gambar itu berubah beraturan dan bergantian ditampilkan, Menurut Suyanto dalam Nuriman dan Prasetyo (2017: 41) Animasi merupakan penggunaan komputer untuk menciptakan gerak layar. Animasi adalah sebuah proses merekam dan memainkan kembali serangkaian gambar statis untuk sebuah pergerakan.
Animasi juga artinya menghidupkan dan seseuatu usaha untuk menggerakan sesuatu yang tidak bisa bergerak sendiri.

Animasi 2D

Menurut Kurniawan dalam Santi dan Purnama (2014: 45) Animasi merupakan kumpulan dari gambar-gambar diam yang ditampilkan satu persatu secara cepat sehingga gambar tersebut seolah-olah nampak bergerak. Animasi terdiri dari beberapa jenis seperti animasi 2 dimensi (2D), animasi 3 dimensi (3D), animasi tanah liat ( Clay Animation), animasi jepang (anime) salah satu contoh animasi yang diambil penulis yaitu animasi 2 dimensi.

Menurut Lau, Dzikri, dkk (2016: 428) Animasi 2D merupakan dimensi panjang dan lebar dalam satu bidang datar, jadi hanya ada panjang dan lebar saja tanpa adanya dimensi lebar. Animasi ini memiliki karakter yang datar. Animasi 2 dimensi adalah animasi yang dibuat berdasarkan sumbu panjang (X) dan lebar (Y).

Menurut Prabowo dan Kurniawan (2012: 9) animasi 2D adalah animasi yang memiliki dimensi panjang (X) dan lebar (Y). Animasi yang paling akrab dengan keseharian kita biasa juga disebut dengan animasi kartun. animasi 2D disebut dengan film kartun. kartun sendiri berasal dari kata cartoon, yang berarti gambar yang lucu.

Storyboard

Menurut Putra dan Purwanto (2015: 26) Storyboard adalah bentuk visual/gambar dari skenario yang telah dibuat, berupa kotak- kotak gambar (seperti komik) yang menggambarkan jalan cerita dan adegan-adegan yang hendak dibuat dalam film. Sedangkan menurut Ristina dan Purnama (2013: 6) Storyboard merupakan istilah untuk kertas yang berisi ide cerita, dan berupa susunan gambar dari setiap adegan. Storyboard proses awal dalam pembuatan karakter dan animasi agar dapat lebih cepat, mudah dan efesien.

Menurut Suyanto dalam Nuriman dan Prasetyo (2015: 202) Storyboard adalah serangkaian sketsa (gambaran kartun) dibuat berbentuk persegi panjang yang menggabarkan suatu urutan alur.

METODE PENCIPTAAN

Metode Pembuatan Film

Pra Produksi

Pada tahap ini penulis melakukan proses pembuatan konsep cerita terlebih dahulu agar sesuai kaidah film animasi 2D serta layak dan baik untuk di publikasikan. Kemudian mengumpulkan berbagai data yang didapatkan dari internet dan sosial media, konsep visual, huruf, dan warna untuk nantinya dapat digunakan dalam proses pembuatan film animasi 2D.

Menurut Putra dan Purwanto (2015: 23) terdapat 3 tahap perancangan film yaitu pra produksi, produksi dan pasca produksi. Pra produksi merupakan tahap dalam pembuatan film, kegiatan ini berhubungan dengan persiapan sebelum melakukan produksi. Tahap ini berjalan cukup lama bahkan terkadang sampai menyita waktu dari proses produksi. Tahap pra produksi terdiri dari beberapa langkah, antara lain konsep visual, storyboard, konsep Huruf, konsep warna.

Produksi

Tahap produksi merupakan tahap pelaksanaan pra-produksi dimana semua objek yang telah dibuat akan eksport dalam format .png kemudian masuk ke bagian produksi. Secara umum tahap produksi antara lain proses konsep yang akan digunakan pada proses animasi di software Adobe Illustrator Creative Cloud 2021, Adobe Photoshop Creative Cloud 2018 dan Adobe Animate 2021, Proses editing, evaluasi, revisi.

Pasca Produksi

Tahap Pasca Produksi adalah tahap penyelesaian produksi film animasi yang menjadi hasil akhir. Pada tahap Pasca produksi/Post Production meliputi proses compositing yaitu menggabungkan kembali objek-objek yang terpisah

sebelum dirender menjadi video animasi. Selanjutnya editing yaitu proses penggabungan video dan audio recording, lalu pemberian sound effect pada video. Proses finishing menggunakan Adobe Premiere Pro Creative Cloud 2018, meliputi rendering dan revisi akhir agar dapat menjadi layak untuk tonton dan dipublishing.

PROSES PEMBUATAN FILM ANIMASI

Tahapan Pengerjaan

Pra Produksi

Pada tahap ini penulis melakukan proses pembuatan konsep cerita terlebih dahulu agar sesuai kaidah film animasi 2D serta layak dan baik untuk di publikasikan.

Konsep Visual

Konsep yang penulis gunakan berupa proses pembuatan Film Animasi 2D menggunakan gaya simple dan sederhana namun tetap dapat dinikmati dan menghibur penonton serta dapat menyuguhkan manfaat dan pesan moral di dalamnya.

Teknik pembuatan film animasi menggunakan teknik 2D Hybrid Animation. Teknik 2D Hybrid Animation digunakan dalam proses pembuatan objek terutama pembuatan beberapa karakter dan beberapa properti yaitu dengan menggabungkan beberapa tekhnik menggambar menggunakan program Adobe Illustrator Creative Cloud 2021, Adobe Photoshop Creative Cloud 2018 dan Adobe Animate 2021. Teknik ini dimaksudkan guna memperingan pekerjaan dan memangkas waktu pembuatan yang terbilang terlalu singkat untuk sebuah produksi film animasi dengan durasi 3 hingga 5 menit bagi seorang pemula.

Naskah 

Tema : Cerita Kreasi Sendiri 

Ide Cerita : Terinspirasi oleh banyaknya masyarakat yang sering tidak taat aturan  lalu lintas. 

Premis : Dua orang pemuda mengalami kecelakaan akibat tidak taat aturan  berkendara. 

11

Sinopsis :  

Dua orang pemuda kampung bernama Jono dan Kipli sedang bersiap  untuk pergi mencari makan siang. Namun karena lokasi warung makan yang tidak  terlalu jauh, mereka memutuskan untuk berkendara tanpa mengenakan helm. Si  Kipli yang dibonceng sudah mengingatkan agar Jono sebaiknya putar balik dan  mengambil helm terlebih dahulu namun dia justru menolaknya. Ditengah  perjalanan tiba-tiba terlihat polisi lalu lintas sedang melakukan patroli rutin untuk  mengatur lalu lintas. Karena Panik mereka kemudian tancap gas dan mengebut  dengan cepat. Karena panik dan berkendara tanpa mengenakan helm terlebih juga  mengebut dalam keadaan tidak fokus merekapun terjatuh dan mengalami  kecelakaan. 

Karakter : 

Jono : Pemuda desa yang sedikit berandal yang bekerja di bengkel Kipli : Pemuda desa anak kuliahan yang sedikit penakut dan lugu 

SKENARIO “Jono & Kipli – Keselamatan nomor Satu, Rendang nomor dua” 

Siang hari di post ronda JONO datang menghampiri KIPLI yang sedang duduk  santai kemudian mengajaknya untuk makan siang ke salah satu rumah makan  Padang di pinggir kota dekat kampungnya. 

JONO menghentikan motornya dan mengajak ngobrol KIPLI. 

JONO : Pli sendirian aja kamu ? 

KIPLI : Iya nih gabut banget, tapi tugas kuliah masih banyak 

JONO : Lhohh belom lulus kamu ? 

KIPLI : Baru juga semester 6 Jon 

JONO : Yauda kebetulan nih lagi jam istirahat makan siang di bengkel, Ayo ikut  aku aja kita makan Rendang di warung mbok yem. 

12

KIPLI sedikit ragu dengan tawaran JONO karena rumah makan nasi Padang  tersebut searah dengan jalur raya kota dan mereka tidak mengenakan helm. 

KIPLI : Tapi kan warung mbok yem di dekat jalan raya kota Jon. Mana kamu ga  bawa helm lagi. 

JONO : Halahhh gapapa santai aja,.. cuman deket doang gitu kok gausa make helm  segala ngapaiinn 

KIPLI : Tapi kan helm buat keselamatan bersama Jon bahaya,.. JONO mulai sedikit kesal dengan sikap KIPLI yang terus mengeluh. JONO : hashhh banyak omong kamu,.. Aku tinggal nih 

KIPLI : ehhh ehh ,.. ikuut. Hehe kebetulan selain lagi gabut aku juga laper, tapi  ditraktir ya ? 

JONO : Traktir-traktir,… yauda gassss 

JONO dan KIPLI beranjak pergi berboncengan mengendarai motor. JONO dan  KIPLI berboncengan dan mengobrol diatas motor. 

KIPLI : Jon seriusan ini gamau balik dulu ambil helm ? 

JONO : Tampoll niihh,.. kamuu katanya mau ditraktir makan malah ngomel mulu.  Bayar sendiri nih,.. 

KIPLI : Tapiii kannnn,…. 

Tiba-tiba saja ditengah perjalanan mereka melihat Polisi sedang melakukan patroli  lalu lintas dan mereka-pun panik. 

KIPLI : Polissiiiiiiiii,… 

JONO dan KIPLI mulai panik. 

JONO : Tenang jon tenang,.. jangan panik 

13

KIPLI : Gimanaa iniii akuu masiii mudaaa nantii akuu dipenjaraa gimanaaa  aduhhhh,… 

JONO : Bisa diem ga kamu,.. aku lempar nihhh,.. 

JONO kemudian menarik gas dan mereka mengebut melewati Polisi tersebut. KIPLI : Hati-hati joonnnn,.. banyak lubang itu jalannya pada rusak JONO : Iyaaa iyaaa bawell amat sihh,.. 

POLISI : Pritttttt Priittttt (suara peluit) 

KIPLI : Jon berenti aja jangan kaburr bahayaaa,.. 

JONO : Hishhh kamu dari tadi ngomel muluu 

Tiba-Tiba motor mereka oling karena melewati jalan yang rusak dan kemudian  mereka berdua mengalami kecelakaan

Storyboard

Storyboard yang dibuat penulis dengan cara sketsa grafis menggunakan drawing pad (wacom intuos) sehingga mendapat sebuah gambaran garis besar seperti apa nantinya hasil dari proyek film animasi yang dikerjakan ketika telah selesai.





Pada tahap ini penulis menggunakan beberapa software untuk mendukung


proses dalam pengerjaan proyek yaitu Adobe Premiere Pro Creative Cloud 2018, Adobe Illustrator Creative Cloud 2021 dan Adobe Animate 2021 sebagai software untuk membuat properti, animasi, compositing video, dan rendering.

Gambar 4.1 sketsa pos ronda

Proses pembuatan sketsa awal dari baground pos ronda yang dibuat menggunakan program Adobe Illustrator Creative Cloud 2021. Dibuat dengan beberapa layer sebagai pemisah antara sketsa dengan warna.

Gambar 4.2 sketsa semak dan rumah

Proses pembuatan sketsa awal dari baground semak dan rumah sebagai

latar dialog Jono yang dibuat menggunakan program Adobe Illustrator Creative Cloud 2021. Dibuat dengan beberapa layer sebagai pemisah antara sketsa dengan warna.

Gambar 4.3 sketsa jalan rusak

Proses pembuatan sketsa awal dari baground jalan berlubang yang rusak dan digenangi oleh air, yang dibuat menggunakan program Adobe Illustrator

Creative Cloud 2021. Dibuat dengan beberapa layer sebagai pemisah antara sketsa dengan warna.

Gambar 4.4 sketsa awan

Proses pembuatan sketsa awal dari baground awam sebagai latar pada saat

adegan Jono & Kipli jatuh dari sepeda motornya dan terbang terpental, yang dibuat menggunakan program Adobe Illustrator Creative Cloud 2021. Dibuat dengan beberapa layer sebagai pemisah antara sketsa dengan warna.

Gambar 4.5 proses pewarnaan baground pos ronda

Proses pewarnaan dari baground pos ronda yang akan digunakan sebagai

latar dialog Kipli, yang dibuat menggunakan program Adobe Illustrator Creative Cloud 2021. Dibuat dengan beberapa layer sebagai pemisah antara sketsa dengan warna.

Gambar 4.6 proses pewarnaan baground semak-semak

Proses pewarnaan dari baground semak-semak dan rumah yang akan

digunakan sebagai latar dialog Jono, yang dibuat menggunakan program Adobe Illustrator Creative Cloud 2021. Dibuat dengan beberapa layer sebagai pemisah antara sketsa dengan warna.

Gambar 4.7 proses pewarnaan baground jalan rusak

Proses pewarnaan dari baground jalanan rusak yang seolah menggenang air didalamnya, yang dibuat menggunakan program Adobe Illustrator Creative Cloud 2021. Dibuat dengan beberapa layer sebagai pemisah antara sketsa dengan warna.

Gambar 4.8 proses pewarnaan baground awan

Proses pewarnaan dari baground awan yang akan digunakan sebagai latar

adegan Jono & Kipli terjatuh dari motor dan terbang terpental, yang dibuat menggunakan program Adobe Illustrator Creative Cloud 2021. Dibuat dengan beberapa layer sebagai pemisah antara sketsa dengan warna. Pada Proses pewarnaan awan tersebut saat render sketsa awan di-hide (Tidak dimunculkan) guna membuat gambar awan seolah lebih menyatu dengan langit dan terlihat lebih nyaman dipandang.

Gambar 4.9 proses animasi adegan Jono & Kipli

Proses penganimasian adegan pertama dimana Jono datang menghampiri Kipli yang duduk termenung sendirian. Dalam proses ini dilakukan dengan cara menggambar frame by frame satu persatu hingga membentuk sebuah gerakan animasi yang berkesinambungan. Proses ini dibuat menggunakan program Adobe Animate 2021.

Gambar 4.10 proses animasi dialog Jono

Proses penganimasian adegan dialog Jono. Dalam proses ini dilakukan dengan cara menggambar frame by frame satu persatu hingga membentuk sebuah gerakan animasi yang berkesinambungan seolah menunjukan bahwa Jono sedang berbicara

Gambar 4.11 proses animasi dialog Kipli

Proses penganimasian adegan dialog Kipli. Dalam proses ini dilakukan dengan cara menggambar frame by frame satu persatu hingga membentuk sebuah gerakan animasi yang berkesinambungan seolah menunjukan bahwa Kipli sedang berbicara. Proses ini dibuat menggunakan program Adobe Animate 2021.

Gambar 4.12 proses animasi dialog Jono & Kipli diatas motor

Proses penganimasian adegan dialog Jono & Kipli yang sedang berdebat di atas motor. Dalam proses ini dilakukan dengan cara menggambar frame by frame satu persatu hingga membentuk sebuah gerakan animasi yang berkesinambungan seolah menunjukan bahwa Jono sedang berdebat dengan Kipli diatas sebuah motor yang sedang melaju kencang. Proses ini dibuat menggunakan program Adobe Animate 2021.

Gambar 4.13 proses animasi polisi

Proses penganimasian adegan Polisi lalu lintas. Dalam proses ini dilakukan dengan cara menggambar frame by frame satu persatu hingga membentuk sebuah gerakan animasi yang berkesinambungan seolah menunjukan bahwa Polisi mengerutkan alis melihat Jono & Kipli melanggar lalu lintas. Proses ini dibuat menggunakan program Adobe Animate 2021.

Pasca Produksi

Tahap Pasca Produksi adalah tahap penyelesaian produksi film animasi yang menjadi hasil akhir. Pada tahap Pasca produksi/Post Production meliputi proses compositing yaitu menggabungkan kembali objek-objek yang terpisah sebelum dirender menjadi video animasi.

Gambar 4.14 proses animasi Jono & Kipli Finishing

Proses finishing dengan menggabungkan potongan video-video mentah yang telah dirender dari program Adobe Animate 2021 dimasukan kedalam program Adobe Premiere Pro Creative Cloud 2018. Pada proses ini video disusun menjadi sebuah alur cerita, kemudian ditambahkan audio dubbing dan setelahnya audio atmosfer suara katak sebagai penguat cerita akan nuansa pedesaan.

Gambar 4.15 proses pembuatan poster film

Proses pembuatan poster dilakukan dengan menggunakan program Adobe Photoshop Creative Cloud 2018.

PENUTUP

Kesimpulan

Berdasarkan hasil dan pendahuluan dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

a. Telah dihasilkan sebuah film animasi “Jono & Kipli Episode Keselamatan nomor 1, Rendang nomor 2”.

b. Pembuatan Film animasi 2D dengan judul “Jono & Kipli Episode Keselamatan nomor 1, Rendang nomor 2” sebagai media hiburan dan edukasi akan pentingnya keselamatan dalam berkendara.

Oleh : Bagas Eksanudin Aziz


DAFTAR PUSTAKA

Firmansyah, Angga., Kurniawan, Mei P. 2013. Pembuatan Film Animasi 2D Menggunakan Metode Frame By Frame Berjudul “Kancil dan Siput”.ISSN: 1411- 3201. Yogyakarta: Jurnal Ilmiah DASI Vol.14 No. 04 Desember 2013: 10-13.
Ristina., Purnama, Bambang Eka. 2013. Pembuatan Film Animasi Rahasia Gatotkaca menggunakan Animasi 2 Dimensi. Surakarta: Seruni Vol. 2 No. 1 Maret 2013: 1-9.
Hasanah & Nulhakim. 2015. “Pengembangan Media Pembelajaran Film Animasi Sebagai Media Pembelajaran Konsep Fotosintesis.” Jurnal Penelitian dan Pembelajaran IPA 1(1): 9ϭ͘

Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !