Point Of View (POV) Cutting

0

Cutting sangat dibutuhkan pada editing yang berfungsi sebagai transisi penyambungan antara shot-shot gambar secara ritmis sehingga penonton dapat tidak merasakan shot-shot tersebut terpotong-potong. Transisi pada editing memiliki transisi lain dari perkembangan transisi dasar cutting.

Shooting methods atau metode syuting merupakan metode dasar yang sering digunakan untuk memproduksi sebuah film. Bertujuan menyajikan pilihan shot saat proses produksi berlangsung. Hal ini memudahkan seorang editor mempunyai banyak stok shot yang bisa digunakan dalam beberapa metode seperto Point Of View cutting yang memiliki kesamaan dengan eyeline match yang memiliki sedikit perbedaan yaitu pada shot kedua memperlihatkan objek dari sudut pandang seorang tokoh. Penonton akan dapat melihat sama persis seperti apa yang dilihat oleh sudut pandang sang tokoh.

Point Of View cutting sering disebut dengan pandangan. Point Of View hampir mirip dengan eyeline match. Penonton akan dapat melihat sama persisi seperti yang dilihat oleh sudut pandang sang tokoh Point Of View Cutting bisa terjadi kapan saja saat layar kosong pada shot pertama dan akan menginspirasi shot berikutnya. Biasanya teknik ini sering digunakan pada film perang dan detektif.

Menurut pandangan ahli Joseph V. Mascelli dalam bukunya yang berjudul The Five C's of Cinematograph. Point Of View bisa diartikan :

“The POV cut is sometimes called “the look” and we briefly discussed it in Shooting Methods. It is one of the most fundamental building blocks of continuity and is especially valuable in cheating shots and establishing physical relationships. A POV cut occurs anytime a look off screen in the first shot motivates a view of something in the next shot” –

“Potongan POV terkadang disebut "tampilan" dan kami membahasnya secara singkat di Metode Pemotretan. Ini adalah salah satu blok bangunan paling mendasar dari kontinuitas dan sangat berharga dalam menyontek tembakan dan membangun hubungan fisik. Potongan Point Of View terjadi kapan saja tampilan di luar layar di bidikan pertama memotivasi pandangan sesuatu di bidikan berikutnya” -

Point Of View cutting sebagai sarana penghubung antar adegan lebih berharga dibandingkan transisi lainnya karena teknik transisi dilakukan searah dengan pandangan tokoh, sehingga menimbulkan rasa penasaran pada penonton/ keingintahuan yang dimaksud adalah rasa ingin tahu penonton tentang apa yang dilihat tokoh untuk mendapatkan perhatiannya.

Penggunaan perspektif membuat penonton lebih interaktif karena menciptakan hubungan antara penonton dan tokoh secara pribadi.

Point Of View cutting dapat membangun kesinambungan ruang dan waktu pada suatu scane. Kesinambungan ruang dan waktu merupakan hubungan keterkaitan antara dua scane yang diciptakan melalui point of view cutting dan mengimajinasi peristiwa selanjutnya walaupun berada pada waktu dan ruang yang berbeda. Point of view cutting merupakan teknik editing yang sangat unik dikarenakan penonton seakan dibuat tidak sadar tentang ruang dan waktu dalam film yang berpindah secara cepat tanpa adanya kejanggalan.

“Adegan film In Rear Window (1954) dir. Alfared Hitchcock




Adegan pada kedua scane ini cukup memuat bahwa scane ini menggunakan teknik editing point of view cutting. Pada dasaranya pada adegan ini terjadi dilingkup waktu yang sama tetapi ditempat yang berbeda. Kedua scene disusun menjadi waktu yang berdampingan dan menandakan bahwa ruang dalam film bisa bebas direkayasa sesuai dengan kebutuhan cerita. Hal ini menunjukkan kesatuan aksi yang berkisambungan meskipun memiliki perbedaan tempat.

Oleh Evelina Denna K S
Tags

Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !