Editing - Dimensi Temporal

0

Pada dasarnya editing adalah suatu proses dalam suatu pembuatan film yang sangat penting adanya. Karena pada bagian ini kita dapat membentuk dan menyusun shot-shot yang telah dibuat pada produksi untuk dirancang menjadi suatu film yang utuh. Dalam suatu editing juga kita dapat memilih shot, menyusun shot dan menentukan durasi shot mana yang akan digunakan nantinya dalam pembuatan film tersebut agar menciptakan efek tersendiri terhadap penonton yang akan menikmati film ini.

Pada pembuatan film seorang editor juga harus mengerti tentang aspek-aspek dasar dimensi editing agar nantinya editor dapat memahami pola-pola dasar dalam suatu editing. Dalam pembagiannya dimensi editing dibagi menjadi 4 bagian yaitu, dimensi grafik (visual), dimensi ritmik (durasi), dimensi spasial (ruang) dan dimensi temporal (waktu). Keempat bagian ini pastinya akan selalu berhubungan satu sama lainnya karena 4 komponen ini yang nantinya akan membangun suatu film menjadi berkesinambungan.

Dimensi temporal ini mengatur dan memanipulasi waktu penceritaan pada suatu film. Waktu penceritaan dalam suatu film terbagi menjadi 3 yaitu, urutan, durasi dan frekuensi. Yang pertama urutan, urutan merupakan rentetan sebuah alur cerita dalam film. Urutan ini mencangkup 2 bagian yaitu linear (berurutan) dan non linear (tak berurutan). Yang kedua durasi, durasi merupakan penentuan panjang pendeknya suatu cerita dalam film. Pada suatu cerita dalan film ini bisa dibuat 2 macam bentuk durasi yaitu dengan diperpendek waktu penceritaannya dengan menghilangkan waktu yang serasa tidak diperlukan atau biasa disebut dengan elipsis atau juga bisa dengan memperpanjang waktu penceritaan suatu film atau biasa disebut dengan ekspansi. Dalam elipsis kita bisa menggunakan beberapa teknik editing didalamnya seperti, optical effect, cut away, jump cut dan lain sebagainya. Sementara pada ekspansi juga bisa menggunakan beberapa teknik editing seperti slow motion dan freeze frame. Yang ketiga yaitu frekuensi, frekuensi dalam film adalah suatu bentuk pengulangan suatu aksi untuk menciptakan dramatisasi dalam suatu film.

Dalam proses editing kita dapat memanipulasi suatu cerita pada film dengan adanya dimensi temporal. Dimensi ini nantinya akan menciptakan perubahan dalam struktur cerita yang ada. Pada dimensi temporal kita dapat mengubah suatu film yang awalnya berjalan dengan linear menjadi non linear apabila editor merasa kalau film ini kurang efektif jika hanya berjalan linear saja. Dimensi temporal juga bisa dapat membatasi informasi yang ada padasuatu film kepada penonton diawal cerita dan akan diberikan jawabannya pada akhir cerita nanti.

Penerapan dimensi temporal sudah banyak pada beberapa film yang ada di nasional maupun internasional. Tapi pada kali ini saya akan mengambil contoh dalam film nasional yang berjudul Meet Me After Sunset yang disutradarai oleh Danial Rifki. Di dalam film ini bisa dilihat pada awal cerita ini berjalan linear dan pada bagian akhir terdapat alur yang non linear. Di bagian akhir film Meet Me After Sunset ini menunjukkan kalau si pemeran perempuan atau si gadis sedang merilis buku yang dialaminya waktu lampau ia bersama seseorang yang bisa melakukan perubahan terhadap pribadi gadis. Pada shot ini terlihat adanya teknik editing yang digunakan untuk menunjukkan loncatan waktu di film ini. Teknik yang digunakan adalah jump cut. Teknik ini merupakan suatu loncatan gambar dalam satu rangkaian shot akibat perubahan yang diakibatkan posisi tokoh atau objek dengan latar yang sama atau sebaliknya tokoh atau objek yang sama namun latar yang berbeda. Ini tertampak pada bagian akhir film Meet Me After Sunset ini yang awalnya si gadis bersama vino hingga gadis sedang membacakan buku yang dibuatnya seketika ia bersama vino di masa lampau.

Shot

Deskripsi

Timecode

Gadis sedang menulis cerita tentang kebersamaannya dengan si vino. Beberapa shot vino dan gadis sedang menikmati waktu berdua dan bermain bersama.

1.36.00-1.36.39

Gadis sedang merilis buku yang ia tulis dan menceritakan masa-masa ia bersama si vino yang terjadi pada masa lampau.

1.36.40-1.37.25

Oleh Feri Agung Cahyono

DAFTAR PUSTAKA

Ceaefilm, 2015. “Analisis Editing Memento (2000)”. http://ceaefilm.blogspot.com/2015/04/analisis-editing-20-menit-awal-memento.html?m=1. Diakses pada tanggal 11 September 2021.

Erwin Prasetya Kurniawan, 2020. “Penggunaan Dimensi Temporal Pada Editing Film Drama Komedi “Masih Kecil” Untuk Membangun Surprise”. https://123dok.com/document/q26vw3jz-penggunaan-dimensi-temporal-editing-drama-komedi-membangun-surprise.html. Diakses pada tanggal 11 September 2021.

Himawan Pratista, 2015. “Jump Cut”. https://montasefilm.com/jump-cut/. Diakses pada tanggal 11 September 2021.

Knowledge of broadcast : Editing video, 2012. http://syifa-chieftain.blogspot.com/2012/08/editing-video.html?m=1. Diakses pada tanggal 11 September 2021.

Umar Syarif Yahman, 2020. “MEMANFAATKAN DIMENSI TEMPORAL UNTUK MENDUKUNG PENCERITAAN TERBATAS DALAM EDITING FILM FIKSI “TRY AGAIN”. https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&url=http://digilib.isi.ac.id/6235/3/JURNAL_2020_1510758032_UMAR%2520SYARIF%2520YAHMAN.pdf&ved=2ahUKEwjXt8bvsfjyAhW-gUsFHeDZDA8QFnoECAMQBg&usg=AOvVaw2V81328OIsADYoekj1iwY7. Diakses pada tanggal 11 September 2021.
Tags

Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !