Aturan 180 Derajat Dalam Film

0

Aturan 180 derajat dapat diartikan sebagai teknik pengambilan gambar yang sesuai dengan garis imajiner diantara dua actor yang disorot, aturan 180 derajat ini bertujuan untuk membantu penonton mengetahui dimana letak actor saat berada di dalam adegan, sebagai contoh terdapat dua orang dalam satu scene sedang berbicara, di dalam kamera master yang menyorot kedua orang tersebut, orang pertama diletakan di kanan frame dan orang kedua di kiri frame maka dari itu saat kamera menyoroti salah satu dari actor tersebut maka peletakannya harus sesuai dengan posisi actor berada atau berada di dalam poros, orang pertama tetap di kanan orang kedua tetap di kiri untuk memudahkan dapat dilihat pada gambar ini.

Di dalam gambar tersebut terdapat tiga kamera, yang pertama kamera master yang menyorot kedua orang tersebut, dan terdapat dua kamera lain di kanan dan kiri yang menyorot masing-masing actor dalam pengambilan gambar actor secara individual tersebut dapat dilihat actor satu konsisten berada di kanan dan actor kedua konsisten berada di kiri, ini adalah fungsi dasar dalam aturan 180 derajat, memudahkan peletakan actor dan membantu penonton dengan siapa si actor berbicara.


Selain mengatur arah pandangan, aturan 180 derajat juga mengatur masuk/keluarnya actor di dalam frame, sebagai contoh jika seorang actor berjalan keluar frame ke kanan, maka di scene selanjutnya jika ia masuk di dalam frame maka ia harus masuk dari sebelah kiri frame begitu juga sebaliknya.


Oleh : Ahmad Thoyyib

Sumber:

Victor Bous (2021). The 180-Degree Rule Explained. Diakses pada 10 September 2021. https://restream.io/blog/180-degree-rule/

Studio Antelope (2017). Mari Membahas Aturan 180 Derajat (Garis Imajiner) – #SiasatSinema. Diakses pada 10 September 2021. https://studioantelope.com/membahas-aturan-180-derajat/

Tags

Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !