Rekomendasi 10 Film Terbaik Indonesia Yang Diangkat Dari Novel

0



Ide pembuatan sebuah film bisa berasal dari mana saja. Mulai dari kisah hidup, realita atau fenomena sosial hingga adaptasi sebuah buku novel. Dewasa ini sudah banyak film-film Indonesia yang digarap berdasarkan dari penulis buku terkenal, sebut saja Eka Kurniawan, Pidi Baiq atau Risa Saraswati.

Kali ini LPM Intuisi mau ngasih 10 Film Indonesia yang diangkat dari novel-novel best seller yang bisa Sobat Intuisi jadikan bahan tontonan bersama keluarga atau ngisi waktu luang. Nontonnya harus di platform legal yah. Kita dukung bersama industri perfilman Indonesia supaya makin sehat dan banyak karya terbaik lain yang muncul.

1. Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas


Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas merupakan film garapan sutradara Edwin (karya lain: Posesif (2017), Aruna dan Lidahnya (2018)). Film ini diadaptasi dari novel berjudul sama karya Eka Kurniwan.

Tayang di bioskop Indonesia pada 2 Desember 2021, Film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas sebelumnya tyetelah tayang di dua festival film internasional. Menjadi pembuka di Festival Film Singapura pada bulan November dan telah tayang di Festival Film Toronto 2021.
Film ini berkisah tentang Ajo Kawir (Marthino Lio), jagoan yang impoten, bertemu dengan Iteung (Ladya Cheryl), perempuan tangguh yang menjadi lawan Ajo Kawir, kemudian keduanya jatuh cinta. Tetapi cinta mereka tidak bertahan lama karena banyak masalah yang menghalangi keduanya untuk tetap bersama.

Film bergenre drama, aksi, komedi-mistis yang berlatar tahun 1980-an ini mengangkat sejumlah isu sensitif. Toksik maskulinitas, kekerasan seksual, hingga penyalahgunaan kekuasaan sukses dihadirkan di layar lebar.

Sayangnya, film ini belum dirilis ke platform lain setelah turun dari bioskop. Sambil menunggu, Sobat Intuisi mungkin bisa baca dulu bukunya yang tak kalah menarik juga seperti filmnya.

2. Trilogi Dilan


Menjadi salah satu film percintaan remaja yang sukses di Indonesia, Sobat Intuisi pasti gak asing lagi dengan film Dilan. Terdapat tiga film yang menjadikannya trilogi hingga saat ini, yaitu; Dilan 1990 (2018), Dilan 1991 (2019), dan Milea: Suara dari Dilan (2020).

Ketiga buku dengan judul yang sama seperti filmnya, karya Pidi Baiq juga telah banyak dibaca dan menjadi primadona novel remaja di kalangan pembaca Indonesia. Disutradarai oleh Fajar Bustomi, ketiga film mengisahkan percintaan Dilan (Iqbaal Ramadhan) dengan Milea (Vanesha Prescilla).

Dilan 1990
Mengawali trilogi Dilan, film ini pertama kali tanyang pada 25 Januari 2018 dan mendapatkan animo yang besar dari penonton bioskop. Terbukti sejumlah 200 ribu lebih penonton menyaksikan pada penayangan perdananya.
Dilan 1990 menceritakan awal bertemunya Dilan, pemimpin geng motor yang masih sekolah SMA di Bandung, dengan Milea, siswa pindahan baru dari Jakarta. Melalui segala usaha romantis yang dilakukan Dilan, akhirnya membuat Milea jatuh hati.

Dilan 1991
Film kedua ini tayang pada 28 Februari 2019. Bercerita seputar masa pacaran Dilan dan Milea yang gak selalu bahagia atau menyenangkan. Banyak konflik yang membuat hubungan keduanya hampir kandas.

Milea: Suara dari Dilan
Pada film ketiga ini mengambil sudut pandang Dilan mengenai perasaanya kepada Milea. Berbeda pada dua film sebelumnya yang mengambil fokus pada sudut penceritaan dari Milea. Tayang pada 13 Februari 2020 dan menjadi film terlaris di tahun tersebut.
Sobat Intuisi dapat menyaksikan trilogi Dilan di platform streaming Netflix.

3. Geez & Ann


Film drama romantis karya sutradara Rizki Balki, Geez & Ann telah rilis di Netflix pada 25 Februari 2021. Film yang diadaptasi dari penulis Rintik Sedu dengan judul yang sama, mengkisahkan arti sebuah komitmen dari dua orang anak muda yang sedang jatuh cinta.

Ann (Hanggini Purinda Retto) – gadis SMA yang menginginkan cinta abadi, jatuh cinta dengan Geez (Junior Roberts) – pemuda misterius pujaan hati gadis-gadis SMA. Geez dan Ann terlihat menyukai satu sama lain sebelum akhirnya Geez harus melanjutkan kuliah di luar negeri.

Pasangan kekasih ini harus menjalani hubungan jarak jauh. Sejak saat itu, hubungan keduanya menghadapi masalah yang terus bermunculan. Ann harus menghadapi tentangan keluarga, sakit hati, dan kebohongan dalam perjalanan kisah cinta mereka berdua.

4. Imperfect: Karier, Cinta dan Timbangan


Film dari adaptasi novel karya Meira Anastasia berjudul Imperfect: A Journey to Self Acceptance, yang digarap oleh sutradara dan komika Ernest Prakarsa juga mendapat atensi positif dari penonton Indonesia. Tayang perdana pada 19 Desember 2019, film ini mengangkat isu kampanye untuk mencintai diri sendiri.

Imperfect menceritakan tentang sosok bernama Rara (Jessica Mila) yang berkulit sawo matang dan memiliki badan gemuk, suatu ketika mendapatkan tawaran jabatan strategis di perusahaan. Jabatan tersebut membuatnya insecure dengan bentuk badannya, Rara kemudian menempuh berbagai cara untuk mendapatkan tampilan tubuh yang ideal.

5. Trilogi Dear Nathan


Film Dear Nathan Thank You Salma dari Rapi Films dan Screenplay Films mulai tayang pada 13 Januari 2021. Tayangnya film ini sekaligus menjadi film penutup trilogi Dear Nathan, film-film yang diadaptasi dari novel berjudul sama karya Erisca Febriani.

Dear Nathan, Thank You Salma masih menjadi salah satu tontonan menghibur bagi banyak penonton di Indonesia. Film ini juga sukses melakukan special screening di 11 kota. Bercerita tentang kisah cinta Nathan dan Salma yang masih menjadi anak sekolahan, kini keduanya sudah menjadi mahasiswa. Itu juga yang akhirnya membuat film yang disutradarai oleh Kuntz Agus ini, punya cerita yang lebih dewasa dari sebelumnya.

6. Antologi Rasa


Antologi Rasa merupakan film Indonesia yang diangkat dari novel best seller. Novel Antologi rasa ditulis oleh Ika Natasha, sementara penggarapan filmnya dilakukan oleh Rizal Mantovani. Sobat Intuisi dapat menyaksikan film ini di Netflix.

Secara garis besar film ini berkisah rasa cinta di antara persahabatan. Adalah keempat sekawan yang berprofesi sebagai banker. Keempatnya menyukai satu sama lain tanpa pernah bisa mengungkapkan karena takut persahabatan mereka renggang. Namun akhirnya salah satu dari mereka menyatakan perasaannya.

7. Danur


Danur adalah sebuah waralaba film horor yang diproduksi oleh MD Pictures. Waralaba tersebut dimulai dengan film Danur: I Can See Ghosts di tahun 2017. Film ini diangkat dari buku karya Risa Saraswati. Dialog Danur yang ditulis berdasarkan pengalamannya sendiri sebagai seorang gadis indigo.

Film ini dibintangi oleh Prilly Latuconsina.. Kesuksesan serial Danur pertama berlanjut di sekuel, Danur 2: Maddah dan spin-off dari film ini, Asih. Pada tahun 2019, sekuel film ini dirilis dengan judul Danur 3: Sunyaruri. Seri film Danur merupakan seri film horor terbesar di Indonesia. Serial film Danur juga menjadi salah satu serial film terbesar dan tersukses di Indonesia.

8. Tenggelamnya Kapal Van Der Wick


Film adaptasi dari penulis novel terkenal, Buya Hamka - disutradarai oleh Sunil Soraya – menghadirkan nuansa film berlatar tahun 1930-an. 
Berlatar belakang kehidupan di Minangkabau, tanah asal Buya Hamka, dengan masalah adat yang berlaku pada saat itu perihal warisan, perjodohan dan kawin paksa, serta pertalian darah dan status sosial yang sangat kuat berakar.

Cerita Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya Buya Hamka memang telah melegenda. Novel yang diterbitkan tahun 1938 tersebut ternyata ditulis berdasarkan kisah nyata di mana Kapal Van Der Wijk betul-betul karam pada tahun 1936.

9. 5 CM


Sejalan dengan kesuksesan novelnya, 5 CM (2012) memberikan pengarus yang besar pada industri film dan juga dunia pendakian. Setelah film ini rilis, banyak penonton merasakan keindahan dari puncak Semeru. Bahkan sampai saat ini, 5 CM masih terus menjadi perbincangan di kalangan para pendaki.

5 CM merupakan film karya sutradara Rizal Mantovani yang diadaptasi dari novel Donny Dhirgantoro. Mengisahkan 5 orang sahabat dengan berbagai latar belakang, menguji persahabatannya melalui pendakian puncak Semeru. Cerita tentang lima remaja yang telah menjalin persahabatan selama sepuluh tahun menjadi awal kisah film 5 CM. Lima sahabat ini di antaranya, Genta (Fedi Nuril), Arial (Denny Sumargo), Zafran (Herjunot Ali), Riani (Raline Shah) dan Ian (Igor Saykoji). Film 5 CM bisa Sobat Intuisi saksikan di Disney+ dan Netflix.

10. Pintu Terlarang


Film karya sutradara Joko Anwar, Pintu Terlarang (2009), sempat diputar pada Festival Film Internasional di Rotterdam, Belanda – 2009. Film ini merupakan adaptasi dari novel berjudul sama karangan Sekar Ayu Asmara.

Film ini bergenre misteri-triller. Mengisahkan seorang seniman patung sukses bernama Gambir (Fachry Akbar) yang memiliki rahasia mengerikan di balik pintu tersembunyi. Bagi Sobat Intuisi yang melewatkan premier film ini di bioskop maupun yang sudah bertahun-tahun mencari akses legal menonton film ini, Pintu Terlarang sekarang sudah bisa ditonton di Netflix dengan judul versi Inggris The Forbidden Door.

Oleh : Oka Sugawa



REFERENSI
https://www.cnnindonesia.com/hiburan/20211201204226-220-728711/sinopsis-film-seperti-dendam-rindu-harus-dibayar-tuntasb
https://tirto.id/urutan-film-dilan-dan-cara-menontonnya-di-streaming-netflix-gnP9
https://id.wikipedia.org/wiki/Geez_%26_Ann
https://www.google.com/search?q=film+5+cm&rlz=1C1GCEB_enID870ID870&oq=film+5+cm&aqs=chrome..69i57.45431j0j4&sourceid=chrome&ie=UTF-8
https://www.suara.com/entertainment/2021/07/14/222705/sinopsis-imperfect-perjuangan-rara-hadapi-body-shaming
https://www.kompas.com/hype/read/2020/12/02/194109166/sinopsis-film-antologi-rasa-adaptasi-novel-ika-natassa?page=all
https://www.cultura.id/pintu-terlarang-review
https://www.grid.id/read/042971275/cerita-tenggelamnya-kapal-van-der-wijck-bukan-cuma-fiksi-85-tahun-karam-kini-lokasinya-ditemukan-tim-bpcb-jatim?page=all
https://kovermagz.com/film-dear-nathan-thank-you-salma-sentuhan-trilogi-yang-lebih-dewasa/
Tags

Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !