10 Film H.Usmar Ismail

0


Video 10 Film H.Usmar Ismail


Profil Singkat H.Usmar Ismail


Gambar 1. Foto Bapak H.Usmar Ismail

Bapak H.Usmar Ismail atau yang kita kenal sebagai Bapak Perfilman Indonesia, lahir di tanah Minangkabau pada tanggal 20 Maret 1921. Beliau di kenal sebagai pelopor drama modern di Indonesia. Beliau memiliki karya yang tidak pernah gagal untuk menghibur masyarakat Indonesia, dan berikut adalah 10 Film H. Usmar Ismail :

1. TIGA DARA ( 1957 )


Gambar 2. Foto pemain utama film Tiga Dara

Film Tiga Dara merupakan salah satu film terbaik H. Usmar Ismail yang tayang pada tahun 1957 dan bisa dibilang sebagai film terbaik pada era nya, Film ini mengusung genre komedi musical, bahkan saat perayaan 60 tahun perilisannya, film ini di restorasi dalam format 4K di laboratorium L’immagine Ritrovata, Italia dan disiarkan Kembali di Bioskop Indonesia pada 11 Agustus 2016.

Sinopsis

Film komedi musical yangmengisahkan tiga wanita bersaudara, yaitu Nunung (Chitra Dewi), Nana (Mieke Wijaya), dan Neni (Indriati Iskak). Sepeninggal ibunya, mereka hidup bersama ayah dan nenek nya. Suatu Ketika, sang nenek mengungkapkan pada ayah sang anak anak kalau ia khawatir tak bisa melihat nunung menikah dan sang ayah menuruti permintaan ibu nya , mengetahui hal tersebut nunung sangat kesal dan marah. Bagaimanakah kelanjutan nya ?


2. DARAH DAN DOA ( 1950 )


Gambar 3. Poster Film Darah dan Doa

Film Darah dan Doa diproduksi oleh Pusat Film Nasional Indonesia (Perfini), yang menceritakan tentang kisah percintaan pada masa awal kemerdekaan. Film Darah dan Doa adalah film pertama yang di produksi di Indonesia pada tahun 1950.

SINOPSIS

Darah dan Doa mengisahkan seorang prajurit tentara revolusi divisi Siliwangi yang diperintahkan kembali ke pangkalan Jawa Barat, setelah Yogyakarta dikuasai kerajaan Belanda, Film ini menceritakan tentang sosok Kapten Sudarto yang di gambarkan bukan sebagai pahlawan tapisebagai manusia biasa.

3. Lewat Djam Malam ( 1955 )


Gambar 4. Poster Film Lewat Djam Malam

Film yang sangat populer pada tahun 1955 dan film ini mendapatkan beberapa penghargaan Festival Film Indonesia 1955 yaitu, Film Terbaik FFI tahun 1955 dan Pemeran Wanita Terbaik: (Dhalia), Pemeran Pria Terbaik: (A.N. Alcaff ), Pemeran Pendukung Pria Terbaik: (Bambang Hermanto). Film ini juga sebagai film pertama Indonesia yang pertama kali di Restorasi dengan biaya yang besar yaitu 2M.

SINOPSIS

Mengisahkan seorang bekas pejuang, Iskandar (AN Alcaff) yang kembali ke masyarakat, dan coba menyesuaikan diri dengan keadaan yang sudah asing baginya. Pembunuhan terhadap seorang perempuan dan keluarganya atas perintah komandannya di masa perang terus menghantuinya.

4. Asmara Dara (1958)


Gambar 5. Poster Film Asmara Dara

Setelah sukses dengan film drama musical nya H.Usmar Ismail kembalimembuat film yang berjudul Asmara Dara dan film ini, mendapatkan penghargaan dari Pekan Apresiasi Film Nasional tahun 1960 sebagai Penyuntingan Terbaik ( Best-Editing ).


SINOPSIS

Menceritakan tetang persoalan sendiri-sendiri mahasiswi yang menjadi Penghuni asrama yang dipimpin bu Siti (Fifi Young), Tari (Aminah Cendrakasih) jatuh cinta kepada lelaki yang pantas jadi ayahnya. Calon dokter Rahimah (Chitra Dewi) akan dipaksa kawin di kampung, dan ditolong oleh Nasrul (Bambang Irawan). Pramugari Maria (Baby Huwae) terlibat cinta segi empat : dicintai co-pilot Imansyah (Bambang Hermanto), tapi Maria lebih tertarik kepada saudagar Broto (Rendra Karno), sedangkan Broto lebih menyenangi guru tari Sita (Nun Zairina). Masuk pula dua remaja, Ani (Nurbani Jusuf) dan Ina (Suzanna), yang dititipkan, karena orang tuanya sibuk berpolitik. Namun semua masalah itu di selesaikan secara komedi.

5. Tjitra ( 1949 )


Gambar 6. Cuplikan Film Tjitra

Jauh sebelum adanya film Tiga Dara , Lewat Djam Malam dan asmara dara , H. Usmar Ismail memiliki film yang berjudul dengan Tjitra , film ini sangat sulit unutuk kita temui di media internet namun bisa kita jumpai di Sinematek Indonesia.


SINOPSIS

Pemuda congkak Harsono (Rd. Sukarno) menodai gadis Suryani (Nila Djuwita) di perkebunan Megaputih milik keluarga, kemudian pergi ke kota. Abangnya, Sutopo (Rd. Ismail), yang memang mencintai Suryani secara diam-diam, mengambil-alih tanggung jawab. Di kota Harsono ter"eret" wanita genit Sandra. Ketika sadar, Harsono mencekik Sandra. Kematian Sandra kemudian terbukti karena serangan jantung, bukan akibat cekikan. Harsono pulang ke perkebunan. Sutopo berusaha mengembalikan Suryani, yang masih mencintai Harsono. Suryani tetap memilih Sutopo, suaminya.


6. Enam Djam di Jogja ( 1951 )


Gambar 7. Poster Film Enam Djam di jogja

Setelah enam tahun kemerdekaan Indonesia, sebuah film dengan mengusung genre perang diproduksi oleh sineas Usmar Ismail. Film dengan judul Enam Djam di Djogja yang diproduksi oleh PERFINI rilis pada tahun 1951.

SINOPSIS

Setelah Yogyakarta diduduki Belanda (Desember 1948), pasukan Republik Indonesia melakukan perang gerilya. Pada suatu ketika Yogya diserbu dan bisa diduduki, walau cuma selama enam jam. "Serangan Oemoem" pada 1 Maret 1949 itu sekedar menunjukkan kepada dunia internasional, bahwa RI masih punya kekuatan, dan tidak (belum) hancur seperti dipropagandakan Belanda.


7. DOSA TAK BERAMPUN ( 1951 )


Gambar 8. Cuplikan Film Dosa Tak Berampun

Berbeda dari film H. Usmar Ismail sebelum nya. Film ini mencertikan drama yang terjadi antara hubungan keluarga yang tidak harmonis dan bagaimana hubungan ayah denga anak lelaki pertama.

SINOPSIS

Seorang ayah (Rd Ismail) meninggalkan keluarga, karena terpikat wanita muda. Anak tertuanya yang bernama Gunarto (AN Alcaff) bersama ibunya, harus membanting tulang demi menghidupi keluarga. Setelah anak-anak dewasa tiba-tiba muncul sang ayah, yang tanpa sengaja bertemu dengan anaknya perempuan, Mintarsih (Titi Savitri) tanpa saling kenal dan dalam keadaan miskin terlunta-lunta. Ketika Gunarto pulang, masalah pun muncul. Ia tak mau mengakui ayahnya. Kekerasan sikapnya membuat sang ayah pergi dan bunuh diri dengan cara menceburkan diri ke laut.


8. TAMU AGUNG (1955)



Gambar 9. Cuplikan Film Tamu agung

Tamu Agung adalah film drama komedi Indonesia tahun 1955 yang disutradarai Usmar Ismail. Film ini dibintangi Cassin Abbas, Nina Amora, M. Pandji Anom, dan Chitra Dewi.

SINOPSIS

Pak Midi diutus untuk menjemput Tamu Agung, yang akan mengunjungi desa Sukaslamet. Di kota pak Midi cuma keluyuran. Di sebuah pasar ia ketemu tukang obat (M. Pandji Anom) yang sedang mempropagandakan obat "manjur". Ternyata obat rambut itu tidak manjur. Lalu pak Midi mengusahakan mobil agar si tukang obat bisa ke Sukaslamet, karena kemanjuran baru akan terlihat setiba pak Midi di desa. Begitu tiba di desa, penduduk menyambut si tukang obat sebagai Tamu Agung, tanpa pak Midi sempat memberi penjelasan. "Tamu Agung" disambut oleh pejabat setempat, mereka saling berlomba untuk menunjukkan prestasi masing-masing. Ke"onar"an baru terhenti waktu Tamu Agung (yang sebenarnya) muncul,dan si tukang obat lari.

9. Djendral Kantjil (1958)


Gambar 10. Poster Film Djendral Kantjil

Pada Film ini H.Usmar Ismail tidak menjadi sutradara namun menjadi Produser , Film ini di liris pada tahun 1958 , film ini tergolong film yang sangat laris pada era nya dengan pemain Achmad Albar yang kita kenal saat ini sebagai pendiri dan anggota band God Bless.

SINOPSIS

Bercerita tentang permintaan Arman (Achmad Albar) akan pistol-pistolan namun di tolak oleh ayah nya (Rendra Karno) namun arman mendapat restu oleh ibu nya (Chitra Dewi) , bermodalkan pistol mainan nya Arman membentuk pasukan "Berani Mati" bersama-sama teman-temannya, dan dapat menggagalkan Pencurian yang di lakukan Bang Hamid.


10. ANANDA (1970)


Gambar 11. Poster Film Amnanda

Film Ananda adalah film terakhir karya H. Usmar Ismail sebelum akhir nya beliau wafat pada tahun 1971, Namun ini merupakan film pertama Mieke Wijaya yang menjadi Langkah awal nya di dunia perfilman Indonesia.

SINOPSIS

Irma alias Ananda (Lenny Marlina) harus berjualan pisang goreng sejak kematian ibunya, apalagi ia mendapat ibu tiri yang tak baik hati. Kemudian mulailah "petualangannya" dengan lelaki. Pertama Tarma (Ferry Irawan), lalu Kasan (Ismar Lubis) dan waktu mendapat warisan ia terlibat dengan Rachim (Frank Rorimpandey) dan terjerumuslah dia dalam pergaulan anak brandal, sampai masuk bui. Lalu muncul Halim (Rachmat Hidayat), wartawan yang mengaku paman Ananda, hingga sang gadis ini bisa bebas. Ketika ia mulai memiliki kehidupan yang layak, muncul Azam (Galeb Husein), dan Ananda pun jadi nyonya. Saat Ananda sedang sendirian di rumah, muncul kawan lamanya yang brandal, menagih janji. Ananda terbunuh dengan keris pusakanya sendiri.

Oleh : Reyza Julyansyah

Daftar Pustaka














Tags

Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !