10 Dasar dan Fungsi Mise En Scene

0



10 DASAR DAN FUNGSI MISE EN SCENE


Pengertian Mise en Scene
Mise en Scene adalah segala hal yang terletak di depan kamera yang akan di ambil gambarnya dalam sebuah produksi film. Mise en Scene sendiri meliputi empat aspek utama, yaitu setting atau latar, kostum, dan tata rias wajah, pencahayaan, serta para pemain dan pergerakannya.
Mise en Scene dapat dikatakan sebagai bahasa yang digunakan sebagai sarana pertukaran pesan dan menjadi alat komunikasi antara media televisi dan khalayak pemirsanya.

Aspek-Aspek Mise En Scene
Mise en Scene mempunyai peran penting dalam pembuatan film. Berikut beberapa aspek-aspek atau unsur dasarnya.

1. Setting atau Desain Latar
Setting adalah sebuah lokasi dimana suatu adegan dimainkan yang merupakan bagian penting dalam film. Salah satu fungsi setting adalah memberi informasi tentang lokasi dan waktu dalam film. Setting mampu memberi makna naratif pada film. Bagian dari setting, yaitu properti, berperan aktif dalam akting si karakter.

2. Pencahayaan
Faktor kedua yang sangat penting dalam sebuah film adalah pencahayaan. Percahayaan lebih dari sekadar penerangan untuk bisa melihat aktor dan set tetapi pencahayaan di pakai untuk mengartikan tentang situasi lewat adegan atau seorang karakter.
Dengan menggunakan pencahayaan kontras tinggi, seorang sutradara dapat menunjukkan dua ruangan yang berbeda. Pencahayaan seperti ini bisa dibuat lebih intens dan dramatis.

3. Ruang
Ada banyak hal dalam sebuah film yang mampu mempengaruhi pembacaan film seperti tempat-tempat, benda-benda, kedalaman, ukuran dan juga kedekatan. Representasi ruang bisa dimanipulasi melalui peletakan kamera serta pemakaian lensa.

4. Komposisi
Faktor lain yang tidak kalah penting pada ruang di dalam frame film adalah pengaturan komposisi objek. Pemakaian komposisi asimetris ataupun simetris yang sesuai juga bisa memberikan kesan yang artistik pada setiap shotnya. Settingan komposisi bisa mengacu pada benda-benda di dalam frame pengambilan gambar, warna, gerakan dan juga pada intensitas cahaya.

5. Makeup dan Kostum
Kostum dan unsurnya seperti gaya, tekstil dan warna mampu menunjukkan suatu era waktu di lokasi tertentu. Untuk tujuan ini, jelas dibutuhkan riset yang detail. Fungsi lain kostum adalah mempertegas naratif, misalnya posisi sosial seorang karakter.
Gaya makeup akan saling terhubung dengan kostum, sebab akan mengungkapkan perubahan dalam karakter dan ciri-ciri karakter yang bisa dibentuk oleh keduanya. Kostum dan makeup akan menjadi satu simbol terhadap pendidikan, budaya, ekonomi, status sosial, negara, zaman ataupun ideologi tertentu. Kostum dan makeup saling terhubung erat dengan setting atau latar. Karena setting membantu background sesuai cerita. Sedangkan kostum dan
makeup membangun identitas karakter pemain itu sendiri. Fungsi lain dari kostum dan makeup adalah mempertegas naratif, contohnya posisi sosial seorang karakter.

6. Akting
Akting dalam film berbeda dengan akting dalam media panggung. Dengan bantuan kamera, seorang aktor atau aktris harus bisa memperagakan secara natural, sebab tidak dibutuhkan gestur yang berlebihan gestur yang berlebihan, bila di bandingkan dengan di panggung.

7. Film Stok
Pilihan putih hitam atau warna, bahkan kasar atau fine grain dalam sebuah film bisa menampilkan kesan yang berbeda. Penggunaan pilihan warna putih hitam dalam film, ternyata tidak berlaku pada film lama saja. Namun film modern terkadang masih sering menggunakannya.

8. Aspek Rasio
Pilihan putih hitam atau warna, bahkan kasar atau fine grain dalam sebuah film bisa menampilkan kesan yang berbeda. Penggunaan pilihan warna putih hitam dalam film, ternyata tidak berlaku pada film lama saja. Namun film modern terkadang masih sering menggunakannya.

9. Aktor
Akting seorang aktor harus dikontrol karena aktingnya disampaikan secara langsung pesan utama dalam film. Jika dilakukan dengan spontan, bisa jadi pesan itu tak sampai sebaik yang diinginkan.

10. Bloking
Bloking bukan hanya milik seni tari dan teater. Penempatan aktor dalam film juga harus disesuaikan sedemikian rupa sesuai dengan tujuan sutradara. Meskipun gerakan aktor di film seringkali tampak begitu saja, sebenarnya gerakan aktor diatur agar harmonis dengan elemen lain.

Oleh : SRI NOVIA

Daftar Pustaka
Afrizal, Arief. 2022. “Mise en Scene, 10 unsur dasar dan fungsi”, https://www.pixel.web.id/mise-en-scene/ diakses pada 3 maret 2022.
Amelia Ratna Citra, “MISE EN SCENE PROGRAM JAGONGAN SAR GEDHE, SEBUAH KAJIAN SEMIOTIKA” 2015.
Wijaya, Rangga. 2021. “Memahami apa itu Mise en Scene dalam produksi film” https://studioantelope.com/apa-itu-mise-en-scene/ diakses pada 3 maret 2022.
Tags

Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !