10 FONT YANG COCOK UNTUK BUKU

0



1. Baskerville
Yang pertama, Baskerville. Baskerville termasuk typeface (serif) yang dirancang dan dikembangkan oleh John Baskerville pada tahun 1757 di Birmingham, Inggris. Baskerville dirancang untuk menulis berbagai karya cerpen, prosa sastra, dan naskah drama. Jadi font ini cocok banget buat kamu yang akan menulis buku apalagi kalau buku yang kamu tulis terkesan serius, dalam, dan berat. kamu bisa bisa banget menggunakan font jenis ini. Apalagi font ini free for personal use dan free for commercial use, alias gratis!!!
Ini dia beberapa buku yang menggunakan font Baskerville • The Signal and The Noise by Nate Silver

https://www.cufonfonts.com/font/baskerville

2. Sabon
Yang kedua , Sabon. Jika kamu mau membuat karya fiksi novel atau cerpen di bukumu, mungkin kamu bisa menggunakan font yang satu ini. Sabon adalah jenis huruf serif gaya lama yang dirancang oleh tipografer dan desainer kelahiran Jerman Jan Tschichold. Font ini cocok banget kalo tulisanmu menceritakan kisah asmara, cinta, romantika, dan setipenya. Tapi, font ini berbayar ya... kalian bisa mendapatkan font ini dari harga 39-99 usd.

https://www.cufonfonts.com/font/sabon

3. Caslon
Yang ketiga, ada Caslon. Termasuk serif typeface. Kalo kamu sedang membuat buku tentang kajian filsafat, kebudayaan, sastra dan setipenya, yang membutuhkan wawasan yang luas, kebijaksanaan dan pikiran yang terbuka. Kamu bisa memakai font yang satu ini. Karena font ini cenderung tegas, namun memberikan kesan yang "luas" dan "lapang". Caslon adalah nama yang diberikan untuk font yang dirancang oleh William Caslon di London, Inggris.

https://www.cufonfonts.com/font/adobe-caslon-pro

4. Cambria
Yang keempat, cambria. Namanya mirip seperti universitas kenamaan, Cambridge bukan?. Yah, tulisan satu ini memang didesain untuk tulisan-tulisan akademik. Tulisan pengetahuan, motivasi, teknologi dan sebagainya. Apalagi jika kamu sedang menulis buku pengetahuan akan sangat cocok menggunakan font ini.


5. Garamond
Yang kelima,Garamond. Garamond adalah typeface serif dengan gaya old style yang dibuat oleh Claude Garamond. Rupa huruf ini berkembang pada abad pertengahan, terutama setelah ditemukannya nenek moyang mesin cetak oleh Johannes Gutenberg. kamu sedang menulis kisah-kisah misteri, aksi, thriller dan hal-hal menakutkan. mungkin kamu bisa menggunakan font Garamond. Karena font ini terkesan lebih tipis, meruncing dan terlihat tajam.

https://www.cufonfonts.com/font/garamond

6. Droid Sans
Yang keenam, Droid Sans. Droid pertama kali dirilis pada tahun 2007 dan dibuat oleh Ascender Corporation untuk digunakan oleh platform Open Handset Alliance Android dan dilisensikan di bawah Lisensi Apache . Jika kamu ingin membuat ebook atau elektronik book kamu mungkin bisa menggunakan font yang satu ini. Karena font yang satu ini, font yang ramah, terbuka & serbaguna dimaksudkan agar mudah dibaca di berbagai perangkat web, di halaman situs & di menu web.

https://www.cufonfonts.com/font/droid-sans-2

7. Times New Roman
Yang ketujuh, Times New Roman. Siapa yang tak kenal dengan font sejuta umat ini? Mulai dari naskah literatur seperti novel, skenario, sampai puisi tercetak rapi menggunakan font lahiran 1931 ini. Mungkin kamu bisa menggunakan font ini untuk menulis bukumu.

https://www.cufonfonts.com/font/times-new-roman

8. Palatino
Kedelapan. Palatino. Jenis font Palatino diciptakan oleh Hermann Zapf pada 1948. Sumber inspirasi dari font ini adalah tulisan-tulisan pada zaman renaisans. Palatino adalah hasil penggunaan broadnip pen secara terbalik yang memberikan kesan kaligrafis. Tapi bedanya dengan tulisan kaligrafis renaisans adalah stroke yang digunakan sedikit lebih berat agar lebih mudah terbaca. Jika kamu sedang menulis buku fiksi kamu mungkin bisa mengandalkan font yang satu ini dengan lekukan yang tak terlalu halus. Tapi, risiko penggunaan font ini buku akhirnya akan menjadi lebih tebal.

https://www.cufonfonts.com/font/palatino

9. Myriad
Yang ke sembilan, ada Myriad. Myriad dirancang oleh Robert Slimbach, Carol Twombly, Fred Brady, dan Christopher Slye. Font ini lebih dikenal sebagai "Corporate font" Apple sejak 2002 untuk menggantikan Apple Garamond. Pada perkembangannya Myriad memiliki beberapa variasi, diantaranya: Myriad, Myriad Pro dan Myriad Wild. Jika kamu sedang menulis buku non-fiksi seperti jurnal atau buku hasil penelitian, kamu bisa menggunakan Myriad untuk tulisanmu. Sekilas menyerupai Arial tetapi lebih terang tanpa mengurangi ketandasan. Selain itu, Myriad juga bisa menghemat halaman karena lebih ramping.

https://www.cufonfonts.com/font/myriad-pro

10. Antique
Yang terakhir, Antique. Adalah jenis huruf yang digunakan untuk gaya meniru tulisan tangan atau kaligrafi umum. Huruf-huruf dirancang untuk mengalir dan terhubung bersama secara terus menerus. Jenis font ini berusaha membawa para pembaca pada penghayatan yang mendalam. Bahkan tema percintaan pun sering menggunakan jenis font ini sebagai tanda perjuangan cinta si tokoh. Jika kamu sedang menulis cerita cinta, mungkin font ini akan cocok sekali dengan ceritamu.

https://www.cufonfonts.com/font/powell-antique

Oleh : Jahfal Muhammad Rabbani

REFERENSI
1. https://www.halamanmoeka.com/artikel/10-font-yang-sering-dipakai-dalam-buku
2. https://www.pojokseni.com/2020/09/beberapa-pilihan-font-terbaik-untuk.html
3. https://fontsinuse.com/
4. https://www.cufonfonts.com/
Tags

Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !